EVENT LOMBA POSTER DAN SEMINAR ANTI KORUPSI MEMBUKA KERJASAMA SPONSORSHIP hub: 031-78189905/ 031-77652411/ 08573 0469 111 email: merdekacreatipe@yahoo.co.id

17 Januari 2009

Hentikan Perang Palestina, Ya Allah

Anak-anak kecil itu berlarian di antara mesin-mesin pencabut nyawa. Anak-anak itu menjerit dan bertangisan ketakutan. Tatkala mereka dihajar peluru, tubuh mereka limbung bermandi darah. Dia meregang nyawa. Meninggal dengan sejuta tanya. Tanpa tahu penyebab Israel membinasakan bangsanya.

Tubuh-tubuh kecil itu berserakan di sepanjang jalan. Wajahnya yang polos menerbitkan rasa iba. Dalam dekapan sang ayah dan ibundanya terkasih, bocah-bocah itu matanya meredup sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Di kelopak matanya tergenang sebuah telaga. Kubangan air jernih yang berasal dari rasa sakit sebelum mati, dan ketidaksiapan berpisah dengan ibunda tercinta.

Pemandangan yang menyayat hati itu tidak henti hingga hari ini. Israel secara keji menyapu bersih wilayah Palestina. Kecanggihan alat perang dipakai untuk ‘menghapus’ sebuah bangsa. Bangsa yang ternista. Bangsa yang dari masa ke masa jadi musafir akibat terusir dari negerinya sendiri.

Perang Israel-Palestina bagi saya menumbuhkan heroisme. Heroisme batin. Sebab patriotisme itu menggugah keimanan kita untuk melakukan jalan yang sama dalam menuju hari akhir yang dijanjikan Allah. Ini adalah jihad. Jalan menuju hidup langgeng yang damai dan indah, yang diidam-idamkan setiap manusia beriman.

Itu pula yang membuat mata saya sembab dengan hati berbunga, saban melihat korban dewasa berjatuhan di pihak Palestina. Saya tidak yakin Palestina menang perang. Tapi saya sangat yakin, insyaallah Gusti Allah memberi tempat yang layak bagi para pejuang itu. Allahu akbar, betapa indahnya kematian itu.

Namun ketika melihat mayat anak-anak tidak berdosa itu bergelimpangan, airmata ini tak mampu dibendung. Airmata itu mengalir deras diikuti rasa sakit di hati. Tusukan sembilu itu mengoyak-oyak batin. Dan sambil berurai airmata, tidak sadar segala doa saya panjatkan bagi mereka. Saya lupa, bahwa Allah telah menjanjikan surga baginya.

Anak memang bukan ‘milik’ kita. Anak adalah titipan dari Kang Nggawe Urip. Titipan dari Yang Membuat Hidup. Titipan itu memberi kontribusi kita dalam kehidupan mendatang. Memberi keringanan. Juga ‘keberatan’ saat menyatu dengan Sang Khalik. Itu pula yang membuat Rabiah Al-Adawiyyah sengit terhadap ‘pembantunya’, tatkala wanita itu terlalu sayang dan terlalu mengasihi anaknya.

Khalil Gibran pun dengan liris mengamini itu. Anak diibaratkannya seperti anak panah. Ketika masih menyatu dengan busurnya, anak itu masih dalam ‘kekuasaan’ orangtua. Tapi ketika anak panah itu sudah lepas dari busurnya, maka ‘anak’ itu bukan lagi menjadi ‘anak kita’. Dia meluncur ‘begitu saja’. Dia ditakdirkan sesuai keinginan kita atau tidak bukan lagi urusan manusia. Itu urusan Gusti Allah. Ini yang dinamakan takdir.

Adakah anak-anak Palestina itu ditakdirkan mati seperti itu Ya Allah? Adakah tangis bagi mereka ini tanda lemahnya imanku Ya Allah? Adakah doa ini kepicikan nalarku yang masih rendah dalam memahami kehendakMu Ya Allah? Naudzubillahi mindzalik !

Tolong hentikan perang ini Ya Allah, biarpun aku tahu itu adalah jalan yang sempurna menyatu dengan-Mu. Tolong sudahi tragedi kemanusiaan dan pembantaian ini Ya Allah, kendati anak-anak itu nanti menjemput ayah-bundanya di pintu surga seperti yang Engkau janjikan.

Kabulkan doa ini Ya Allah, agar batin dan pikiranku tidak terus dirongrong rasa sakit. Pada siapa lagi aku menyembah dan meminta selain kepadaMu Ya Allah. Amin !

* Djoko Suud Sukahar adalah pemerhati budaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Dasar Pemikiran Kegiatan Lomba Poster dan Seminar Anti Korupsi 3 - 28 Maret 2009

dari korupsi ke korupsi... “Korupsi menghancurkan supremasi hukum, melemahkan tatanan pemerintahan, menggerogoti sendi-sendi demokrasi dan merusak moral bangsa.” (Susilo Bambang Yudhoyono – Presiden Republik Indonesia) “Hukum mati koruptor” (Antasari Azhar – Ketua KPK) “Saya adalah koruptor. Sebagai koruptor saya bangga akan keberadaan saya. Saya adalah koruptor terhormat. Tidak ada yang berani melawan saya, sebab jika mereka melawan saya, saya akan membagikan hasil korupsi saya kepada mereka. Dengan demikian secara bersama kita telah ikut andil untuk melestarikan korupsi. Korupsi telah menjadi bagian dari republik ini, bagian dari identitas bangsa.” (Teater monolog; Jadilah Koruptor -Butet Kertaradjasa - Seniman) ”Kerjaannya tukang buat peraturan. Bikin UUD, ujung-ujungnya duit” (Slank; Album Anti Korupsi- Artis) “Lebih baik makan tanah, daripada makan hasil korupsi” (MERDEKACREATIPE- Tim kreatif Harian Merdeka Perwakilan Jawa Timur) LATAR BELAKANG Maraknya kasus korupsi yang bergeming dalam akhir-akhir ini, diyakini telah menjadi budaya bangsa Indonesia. Budaya dalam pengertian luas, yakni nilai-nilai yang mempengaruhi cara pandang dan perilaku dalam segala aspek kehidupan; politik, ekonomi, dan sosial. Secara dominasi, bidang politik memiliki mimbar dan pengaruh yang kuat dalam peradaban bangsa dan negara Indonesia ke depannya. Empat bulan ke depan (April 2009) akan digelar pemilihan umum legislatif di tingkat daerah atau pusat di seluruh penjuru. Momen ini bertujuan melahirkan para politisi, penguasa dan pemimpin atau wakil rakyat yang akan menduduki kursi jabatan. Dalam kaitanya, MERDEKACREATIPE sengaja ingin menggugah hati nurani para pemimpin atau penguasa dan wakil rakyat terpilih untuk tidak berkorupsi bahkan berani memberantas kasus KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) tanpa diskriminatif. Di lain pihak, MERDEKACREATIPE juga bermaksud memberikan wadah sekaligus menyuntikkan serum anti korupsi kepada generasi muda sejak dini. Adapun serum yang dimaksud di sini adalah pendekatan terhadap publik melalui media visual berupa poster anti korupsi yang dilombakan untuk pelajar dan mahasiswa. Hasil karya tersebut akan dipamerkan dan dipublikasikan sebagai bentuk kampanye anti korupsi. Dan dalam pengembangan, agar kampanye anti korupsi ini benar-benar diilhami, maka MERDEKACREATIPE juga menggelar seminar sehari dengan tema yang sama. TUJUAN Lomba poster dan seminar ini bertujuan menjadi media aspirasi antara pelajar, mahasiswa, para calon wakil rakyat di Pemilihan Legislatif 2009 pada khususnya di Jawa Timur, masyarakat umum/sipil, dan tentunya lembaga-lembaga atau instansi negara atau departemen pemerintah yang selama dinilai sarat akan korupsi, seperti BMUN, Kejaksaan, kepolisian, pemerintahan sipil. VISI DAN MISI Visi Melawan dan memberantas koruptor Misi 1. Membidik peserta Pemilihan Umum Legislatif 2009 agar bisa menerima keluh kesah, kritikan ataupun uneg-uneg masyarakat se- Jatim pada khususnya, se-Indonesia pada umumnya dalam konteks korupsi. 2. Mampu memberikan wadah kreatifitas dan mendidik sejak dini pada generasi muda, khusunya pelajar dan mahasiswa se-Jatim untuk ikut serta dalam kampanye anti korupsi. Minimal, memahami dampak dari bahaya laten korupsi. 3. Menumbuhkan kesadaran dan keberanian ke seleuruh elemen masyarakat untuk turut serta memberantas korupsi. TEMA Merdeka tanpa Korupsi NAMA KEGIATAN Kampanye Anti Korupsi

Pamflet Lomba Poster



Acara Lomba Poster dan Seminar Anti Korupsi terselenggara atas kerjasama Institut Teknologi Nasional Malang, Universitas Jember, Universitas Merdeka Madiun, Universitas Trunojoyo, Universitas Merdeka Surabaya, Universitas Darul Ulum Lamongan, Universitas Islam Kadiri, Universitas Mayjen Sungkono Mojokerto

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP